“Wifi Desa” Praktik Baik Gotong Royong Pendidikan di Tengah Pandemi dari Riau

“Wifi Desa” Praktik Baik Gotong Royong Pendidikan di Tengah Pandemi dari Riau

Kepala SMPN 4 Bengkalis, Riau, Wan Yusna saat bertemu dengan Kepala Desa Kelapapati untuk memanfaatkan akses wifi desa agar siswa bisa mengikuti pembelajaran daring.

Kepala SMPN 4 Bengkalis, Riau, Wan Yusna saat bertemu dengan Kepala Desa Kelapapati untuk memanfaatkan akses wifi desa agar siswa bisa mengikuti pembelajaran daring.

Oleh Wan Yusna, Kepala SMPN 4 Bengkalis, Riau

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (7/8/2020) berharap kerja sama semua pihak dapat terus dilakukan dalam menghadapi normal baru pendidikan yang dilakukan selama masa pandemi. “Kerja sama secara menyeluruh dari semua pihak sangat diperlukan untuk menyukseskan pembelajaran di masa pandemi Covid-19,” pesan “Mas Menteri” Nadiem Makarim.

Salah satu tantangan belajar dari rumah (BDR) datang dari pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring yang memerlukan jaringan internet. Sering menjadi kendala, siswa kesulitan akses internet karena keterbatasan jaringan atau biaya untuk membeli kuota data.

Tantangan ini juga dirasakan guru di SMPN 4 Bengkalis, Provinsi Riau. Banyak siswa yang tidak mengikuti pembelajaran karena mereka tidak punya paket internet.

Pakai “Wifi Desa”

“Sekolah saya berada di Desa Kelapapati, Bengkalis, Riau. Siswa yang bersekolah di sekolah kami sebagian besar adalah mereka yang berdomisili di Desa Kelapapati berdasarkan sistem zonasi PBDB tahun 2019/2020 dan 2020/2021,” kata Wan Yusna, Kepala SMPN 4 Bengkalis.

Wan Yusna pun berinisiatif mendatangi Kantor Desa Kelapapati. Ia langsung bertemu Dasril Kepala Desa Kelapati yang ternyata pernah menjadi guru dan juga menjabat sebagai Kepala UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Bengkalis. Keinginan Wan Yusna disambut baik. Pihak desa mau mendukung sekolah dalam melaksanakan PJJ.

Siswa SMPN 4 Bengkalis kemudian diberikan akses dan dapat memanfaatkan akses wifi desa untuk belajar. Bahkan disediakan aula balai desa untuk siswa belajar bila jaringan internet desa tidak bisa diakses dari rumah siswa.

Dukungan yang diberikan oleh Kepala Desa Kelapapati memberikan angin segar bagi siswa untuk bisa belajar di masa pandemi ini. Sekolah juga memberikan jadwal pembelajaran kepada pihak desa agar mereka bisa mengawasi para siswa yang akan memanfaatkan akses internet di balai desa.

Menjalin Kemitraan

Password wifi desa langsung dibagikan sekolah melalui WA Group. Wan Yusna juga memberi sosialisasi kepada orangtua dan siswa agar memperhatikan protokol kesehatan bila belajar di aula balai desa.

Menurut keterangan salah seorang siswa, Bayu Dwi Permata kelas VIIA, dalam seminggu setidaknya dia dua kali ke balai Desa Kelapati untuk belajar daring dengan memanfaatkan wifi desa. “Wifi desa membantu saya bisa belajar bersama guru melalui internet. Saya juga bisa menghemat kuota internet,” kata Bayu yang senang bisa memanfaatkan akses internet desanya.

Menurut Wan Yusna yang juga fasilitator manajemen berbasis sekolah (MBS) Tanoto Foundation, program ini sangat membantu siswa bisa belajar di masa pandemi. Dia juga sudah membentuk tim yang melibatkan komite sekolah dan guru untuk menggandeng desa-desa di sekitar sekolah agar mendukung program ini.

“Di masa pandemi ini saya mempraktikkan hasil pelatihan MBS Program Pintar yang mendorong sekolah menjalin kemitraan untuk mendukung program sekolah,” kata Wan Yusna.

Artikel ini juga telah dipublikasikan di Kompas.com:

https://www.kompas.com/edu/read/2020/08/08/145237571/wifi-desa-praktik-baik-gotong-royong-pendidikan-di-tengah-pandemi-dari-riau?page=all

FOKUS PROGRAM