Mendesain RPP Interaktif Melalui Keterampilan Proses IPS

Setiap pendidik pada satuan pendidikan menyusun RPP atau skenario pembelajaran secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, efisien, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi munculnya prakarsa, kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologi peserta didik.

Mengukur Tinggi Tiang Bendera dari Bayangannya

Oleh Hepi Kurniati, S.Pd, SMPN 1 Tebo, Jambi Hepi Kurniati mengajak siswanya untuk mengukur tinggi tiang bendera dengan turun terjun ke lapangan langsung agar dapat mengalami dan menyerap materi pembelajaran lebih maksimal. Setelah mengukur dan menganalisis, siswa berdiskusi dan terlihat lebih antusias dalam pembelajaran. Belajar menggunakan lingkungan terdekat sebagai media belajar seperti pepatah Minang “Alam… Lanjutkan membaca Mengukur Tinggi Tiang Bendera dari Bayangannya

Asyiknya Siswa Praktik Langsung Mengidentifikasi Tubuh Nila

Seiring dengan berjalan waktu dan membaiknya keadaan dari COVID-19, maka pemerintah pusat atau lebih tepatnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan kelonggaran terhadap sekolah-sekolah yang berada di zona hijau untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka terbatas dan tetap memenuhi protokol kesehatan. Pada awalnya kegiatan belajar mengajar dilakukan melalui luring atau luar jaringan dan sekarang telah dilonggarkan menjadi pembelajaran tatap muka terbatas.

Teknologi, Jarak Jauh, Mengajar Tak Terbatas

Seperti apa tantangan para pendidik menjalankan proses belajar mengajar di tengah pandemi Covid-19 sesuai protokol kesehatan yang diklaim sebagai sebuah perilaku hidup baru di era new normal. Selain soal teknologi, bagaimana mengoptimalkan kemampuan anak secara jarak jauh, belum lagi kesiapan pendidik melayani pembelajaran bagi seluruh anak, bagaimana pula caranya?

Membuat Pantun yang Mengandung Nasehat Kehidupan Bermasyarakat

Sebagian dari mereka merasakan kesulitan dalam  menerima dan memahami materi yang diberikan guru melalui WhatsApp Group (WAG) maupaun melalui zoom, karena terkendala keterbatasan SDM dan keterbatasan sarana pra sarana, ini khususnya pada pelajaran Bahasa Indonesia kelas lima SD. Untuk itu pada saat PTM dilaksanakan disekolah, siswa diajak untuk mengeluarkan ide–idenya dalam membuat pantun nasehat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan memakai masker, menutup wajah, selalu mencuci tangan/ menggunakan hand sanitizer dan menjaga jarak ketika berada di ruangan kelas.

Pandemi Percepat Guru dan Siswa Lakukan Literasi Digital

Wabah Covid-19 memberikan efek terjadinya percepatan literasi digital guru dan murid. Internet tidak lagi dipandang hanya sebagai sarana hiburan dan informasi namun bisa digunakan untuk sarana pembelajaran. Di sisi lain corona juga mempercepat matinya ruang-ruang kelas di sekolah.