Tukar Gagasan Kreatif untuk Tingkatkan Budaya Baca, 27 Sekolah Gelar Pameran Virtual

Tukar Gagasan Kreatif untuk Tingkatkan Budaya Baca, 27 Sekolah Gelar Pameran Virtual

Memanfaatkan teknologi di masa pandemi, 27 sekolah dan madrasah mitra Program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR) Tanoto Foundation di Kabupaten Cilacap berbagi praktik baik dan bertukar ide kreatif untuk tingkatkan budaya baca, Jumat (28/5/2021).

Tri Haryanti, S.Pd., salah satu guru SDN Slarang 4 dengan bangga menyampaikan bahwa dampak dari pembiasaan membaca setiap hari memberikan motivasi untuk sekolahnya.

Salah satu siswanya berhasil menjuarai kompetisi lomba bercerita tingkat kabupaten.

“Setiap kali pelaksanaan literasi, kami evaluasi siswa untuk bercerita, kemudian kami seleksi dan jadikan calon peserta lomba. Salah satu siswa kami meraih juara 1 lomba bercerita tingkat kabupaten. Mohon doanya agar siswa kami dapat mewakili Kabupaten Cilacap untuk maju lomba bercerita di tingkat provinsi”.

Dalam ruangan virtual yang berbeda Kepala SMPN 2 Jeruklegi, Sutana, M.Pd., juga menginisiasi kerja sama dengan Gramedia untuk pengadaan perpustakaan digital.

“Terkait dengan pengadaan perpustakaan digital, kami bekerja sama dengan Gramedia. Kami sudah memiliki komputer, jaringan internet yang kuat, pengelola perpustakaan atau SDM yang mumpuni. Saat pandemi agar siswa tetap dapat menikmati membaca dari rumah masing-masing, kami menggandeng Gramedia. Fasilitas yang diberikan Gramedia berupa buku elektronik sebanyak 200 judul buku yang dapat diakses oleh 500 siswa,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, banyak sekolah dan madrasah mitra yang didukung komite sekolah dan orang tua siswa membuat pojok baca untuk meningkatkan literasi di sekolah.

Sebagian sekolah dan madrasah mitra bekerja sama dengan perpustakaan daerah untuk mendatangkan perpustakaan keliling.

Dua contoh di atas adalah sebagian kecil dari banyaknya praktik baik yang dibagikan dalam pameran virtual bertajuk “kelompok belajar: berbagi praktik baik dampak program PINTAR Tanoto Foundation” yang diinisiasi oleh Tanoto Foundation bersama Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kabupatyen Cilacap.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap, dan Koordinator PINTAR Tanoto Foundation Jawa Tengah.

“Pameran Virtual ini bertujuan untuk melihat perkembangan sekolah setelah mendapat pelatihan dan pendampingan selama satu tahun lebih. Wakil bupati meminta MoU diperpanjang tiga tahun ke depan supaya praktik baik bisa disebarluaskan. Unjuk karya ini adalah langkah awal untuk menyebarluaskan praktik baik melalui pameran virtual. Tanoto Foundation akan terus mendampingi Kabupaten Cilacap dengan membuat kebijakan-kebijakan untuk mendukung layanan pendidikan masyarakat,” ungkap Koordinator Program PINTAR Tanoto Foundation Jawa Tengah Dr Nurkolis, MM.

Nurkolis menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya strategis untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menyebarluaskan praktik baik di Kabupaten Cilacap.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kabupaten Cilacap Kastam, M.Pd menekankan agar kerja sama antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan Tanoto Foundation terus berlanjut sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Cilacap.

Senada dengan Kabid Dikdas, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap Imam Tobroni juga menambahkan bahwa kemitraan ini memberikan dampak positif.

Setiap sekolah dan madrasah mitra harus memiliki keunggulan lebih yang berbeda dari sekolah dan madrasah lainnya. Jadi tepat sekali kalua dilakukan tukar pengalaman praktik baik,

“Sekolah dan madrasah mitra harus memiliki prestasi dan keunikan yang nantinya dapat menjadi role model atau teladan untuk sekolah dan madrasah lain. Mari berlomba-lomba dalam kebaikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” ajaknya.

Selain penguatan budaya baca, pameran yang dilakukan juga mengangkat inovasi dalam pembelajaran aktif dan manajemen berbasis sekolah, yang memiliki dampak besar dalam penguatan pembeajaran selama pandemi.

FOKUS PROGRAM