Tanoto Foundation Latih Guru Manfaatkan Teknologi Digital di Era New Normal

Tanoto Foundation Latih Guru Manfaatkan Teknologi Digital di Era New Normal

Pandemi telah mendorong munculnya kebiasaan baru dalam pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran. Survei Tanoto Foundation pada 600 lebih sekolah mitra di lima provinsi Indonesia menunjukkan bahwa ada lebih dari 85 persen sekolah yang bergantung pada teknologi untuk kegiatan pembelajaran jarak jauh.

“Bahkan angkanya semakin meningkat pada bulan Juli 2021 lalu, di mana hampir 95 persen responden sudah melakukan pembelajaran jarak jauh, baik secara penuh maupun paruh waktu dengan menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas,” jelas Margaretha Ari Widowati, Direktur Program Pendidikan Dasar Tanoto Foundation, ketika mengisi acara webinar AI4IMPACT yang mengangkat tema Upaya Gerakan Digitalisasi Pendidikan di Era New Normal belum lama ini.

Survei yang sama juga menunjukkan selama pandemi ada transisi pemanfaatan teknologi ke platform yang lebih kompleks. Tahun lalu masih banyak yang memanfaatkan WhatsApp untuk media pembelajaran jarak jauh, sekarang sudah banyak yang mulai memanfaatkan media lain untuk mendukung pembelajaran jarak jauh seperti Learning Management System, Kahoot, YouTube, Zoom, Google Classroom, dan platform lainnya.

Namun waktu belajar selama pandemi dengan memanfaatkan teknologi pembelajaran jarak jauh hanya sekitar seperempat atau 25 persen dari masa normal ketika pembelajaran tatap muka biasa. Hal tersebut dipicu beberapa faktor penting, mulai dari infrastruktur internet yang kurang merata di daerah hingga guru yang belum melek teknologi.

Belum semua guru melek teknologi

Menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), penetrasi internet di Indonesia masih didominasi usia milenial, yaitu usia 20-24 tahun dengan penetrasi hingga 88,5 persen, sementara kelompok umur guru yang mayoritas di atas 40 tahun bukanlah kelompok yang aktif dan terampil menggunakan internet.

Maka diperlukan pelatihan agar guru-guru mahir menggunakan teknologi untuk mendukung pembelajaran jarak jauh, salah satunya dengan digitalisasi pelatihan guru yang dikembangkan Tanoto Foundation melalui program e-PINTAR yang baru saja diluncurkan tahun ini.

Dalam dua tahun terakhir, Tanoto Foundation telah mengintegrasikan teknologi ke dalam program-programnya untuk memperbesar jangkauan dan akses dengan biaya yang relatif lebih efisien.

“Teknologi memampukan kami menyalurkan manfaat kepada guru-guru, orang tua, dan siswa yang tidak bisa dijangkau dengan jalur konvensional seperti pelatihan tatap muka,” ungkap Ari.

Tingkatkan keterampilan digital guru dengan e-PINTAR

Melalui e-PINTAR, guru dapat berlatih mandiri untuk mengembangkan pembelajaran aktif secara tatap maya ataupun tatap muka hanya dengan mengakses platform LMS pintartanoto.id. Peserta juga difasilitasi mengikuti pelatihan daring yang didampingi fasilitator pada waktu yang telah ditentukan.

Semenjak guru-guru mengikuti pelatihan e-PINTAR, mayoritas guru yang awalnya kurang percaya diri dalam menggunakan platform pelatihan digital jadi makin percaya diri karena pembiasaan dan jam pelatihan yang lebih tinggi.

“Digitalisasi pelatihan ini menjadi penting karena kelas masa depan akan sarat teknologi. Kita bisa mulai mempersiapkan guru-guru untuk tidak gagap teknologi dan menjadi fasilitator pembelajaran yang sepadan untuk siswanya yang sudah digital-native terlebih dahulu,” tambah Ari.

Dalam dunia pendidikan di era new normal, teknologi menjadi bagian tak terpisahkan agar proses belajar menjadi maksimal. Teknologi memungkinkan belajar melampaui batasan waktu, geografis, dan ragam pilihan sumber belajar. Pandemi sejatinya telah memaksa kita semua untuk mempercepat adaptasi dengan teknologi.

FOKUS PROGRAM