SMPN 17 Tanjabtim tingkatkan budaya baca melalui “Gerabah”

SMPN 17 Tanjabtim tingkatkan budaya baca melalui “Gerabah”

Baca Buku. Siswa SMPN 17 Tanjab Timur sedang baca buku di selasar sekolah.

Baca Buku. Siswa SMPN 17 Tanjab Timur sedang baca buku di selasar sekolah.

Tanjab Timur, Jambi – Agar program budaya baca memilik daya tarik bagi siswa, Kurniawati bersama guru lainnya membuat nama program budaya baca tersebut dengan sebutan Gerabah. Apa sih Gerabah itu?.

Gerabah itu singkatan dari Gerakan Membaca Bahagia. “Kami melakukan ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca siswa. Kata bahagia diambil karena membaca hendak memberikan pengalaman dan kebahagiaan tersendiri,” tukas Nia menambahkan.

Kata bahagia juga dipakai bertujuan bahwa membaca bukanlah suatu beban. Sedangkan Gerabah dilaksanakan pada hari Selasa, Rabu dan Kamis. Program Gerabah ini dilaksanakan di selasar sekolah, agar siswa mudah membaca buku dan terpantau oleh semua guru.

“Pertama memanfaatkan tempat yang ada, agar bersamaan dan agar mudah terpantau juga, kalau di dalam kelas tidak terlalu terpantau. Terus pagi hari kan sehat kalo kena sinar matahari,” ujarnya.

Selain membaca bersama, pada saat Gerabah berlangsung, juga diadakan klinik baca yaitu untuk anak-anak yang belum lancar membaca Bahasa Indonesia. Pada kegiatan tersebut banyak siswa yang membawa bahan bacaan dari rumah, seperti buku bekas, koran, dan sebagainya.

Rahma Safitri, siswa kelas IX, mengaku senang dengan kegiatan membaca bersama kawan-kawan di selasar kelas, baginya membaca merupakan kegiatan yang mengasyikkan apalagi di pagi hari.

“Bagi saya senang. terus saya bisa pahami isi cerita dan saya bisa menceritakan cerita itu kepada teman saya,” ujarnya.

Pojok Baca dan duta literasi kelas

Untuk memudahkan siswa mendapatkan buku bacaan, sekolah membuatkan tempat pojok baca di setiap kelas. Buku-buku bacaan disiapkan atas dukungan wali murid, dan guru. Setiap kelas memiliki duta literasi, merekalah yang bertanggung jawab terhadap keberadaan buku bacaan dan program membaca.

“Setiap duta literasi bertanggung jawab terhadap buku bacaan dan program budaya baca yang digulirkan sekolah,” ujar Kurniawati, ketua program budaya baca SMPN 17 Tanjab Timur.

Dalam memenuhi kebutuhan buku bacaan, melalui kesepakatan bersama komite dan paguyuban orangtua siswa, siswa membawa buku bacaan yang ia sukai untuk dibawa ke sekolah dan menjadi bahan bacaan bersama teman temannya di sekolah. Buku tersebut bergantian dibaca dengan siswa lainnya agar tidak bosan.

“Ini bagian dari peran serta masyarakat hasil pelatihan PSM, siswa antusias, orangtua juga mendukung penuh, harapannya kan siswa kita rajin baca buku ya,” ujar Nia, panggilan akrabnya.

Untuk menyemarakkan program budaya baca, Nia bersama kepala sekolah dan guru lainnya juga mengajak orangtua siswa untuk ikut serta dalam kegiatan budaya baca.

“Kami juga mempersilakan orangtua siswa untuk ikut membaca buku,” terangnya.

Artikel ini telah tayang di jambi.antaranews.com dengan judul SMPN 17 Tanjabtim tingkatkan budaya baca melalui “Gerabah”.

https://jambi.antaranews.com/berita/370605/smpn-17-tanjabtim-tingkatkan-budaya-baca-melalui-gerabah

FOKUS PROGRAM