Saung Literasi, Bentuk Partisipasi Orangtua di SMPN 3 Batang Hari

Saung Literasi, Bentuk Partisipasi Orangtua di SMPN 3 Batang Hari

Siswa SMPN 3 Batang Hari membaca buku di saung literasi “Mutiara”.

Saung literasi “Mutiara” membuat siswa mudah mendapat buku dan tempat yang nyaman untuk membaca.

Batang Hari, Jambi – Sekolah ini memang tidak pernah berhenti melakukan inovasi dalam pembelajaran, budaya baca, dan mengajak peran serta masyarakat. Pada program sebelumnya, sekolah ini melibatkan keluarga dalam pendidikan untuk memantau perkembangan siswa.

Program selanjutnya yang dilaksanakan sekolah adalah membuat saung literasi “Mutiara”. Saung literasi dibuat di lorong taman tempat siswa keluar masuk sebelum memasuki kelas, sehingga memudahkan siswa untuk membaca buku kala melewati saung literasi tersebut.

Tujuan dibuatnya saung literasi, selain untuk estetika dan membuat sekolah lebih asri dan indah. Saung literasi juga memberi semangat positif membaca buku dan menyegarkan.

Pengadaan saung literasi ini atas kerja sama sekolah dengan komite dan orang tua siswa. Adalah M. Ilham, salah satu orang tua siswa yang memiliki keahlian membuat saung literasi. Ia diminta oleh sekolah membuat saung.

“Dana materialnya memang dari sekolah, tapi untuk jasa pengerjaannya adalah partisipasi saya sebagai orangtua siswa,” katanya.

Siswa SMPN 3 Batang Hari membaca buku di saung literasi “Mutiara”.

“Saya selalu percaya bahwa keberhasilan dan apapun yang kami lakukan di sekolah ini adalah berkat team work. Sehebat apapun Superman jauh lebih hebat lagi Superteam,” ungkap Ibu Rahmini, Kepala SMPN 3 Batang Hari.

“Sudah sangat banyak peran serta orangtua siswa dan komite. Mulai dari penyediaan buku, saung baca, hingga media pembelajaran,” tambahnya.

Ketua komite sekolah, Bapak Burhanudin memberi perhatian banyak kepada sekolah. Bahkan setiap awal bulan diadakan pertemuan orangtua dan guru. “Narasumbernya bergantian sesuai dengan topik dari orang-orang yang dianggap kompeten memberikan bimbingan atau pengarahan,” kata Pak Burhan, panggilan akrabnya.

Selain membuat saung literasi, komite sekolah juga menggalang buku bacaan untuk memenuhi pojok baca di setiap kelas. Paguyuban kelas yang mengoordinasikan hibah buku ini.

Adanya saung literasi ini, membuat siswa lebih mudah mengambil buku-buku bacaan ketika akan memasuki kelas atau sedang menunggu bel masuk. Mereka tampak antusias membaca buku yang disukai.*

FOKUS PROGRAM