Pembelajaran Luring, PPL Mahasiswa Calon Guru

Pembelajaran Luring, PPL Mahasiswa Calon Guru

Selain menerapkan pembelajaran daring, mahasiswa calon guru juga melaksanakan praktik pengalaman lapangan secara luring.

Selain menerapkan pembelajaran daring, mahasiswa calon guru juga melaksanakan praktik pengalaman lapangan secara luring.

Semarang, Jawa Tengah – Seikat bayam, kangkung, dan sawi tertata rapi di meja. Di depannya terdapat beberapa lembar pecahan uang dua ribu dan lima ribu rupiah. Tiga anak mengerumuni meja itu dengan wajah serius.

Sang guru, Mushlihah Ainur Rohmah, memancing siswa dengan pertanyaan, “Ibu punya sayur, juga uang. Menurut kalian, apa hubungan dua benda ini?”Anak-anak menjawab pertanyaan itu sesuai dengan pengalaman. “Kangkung seikat harganya dua ribu (rupiah), Bu Guru. Kemarin saya disuruh ibu belanja,” jawab Aditya, salah seorang siswa.

Siang itu (25/7) Mushlihah Ainur Rohmah sedang melaksanakan pembelajaran luring atau luar jaringan. Dia mengajar siswa kelas II SD yang tinggal di sekitar rumahnya. Pembelajaran dilakukan di teras rumah Ainur secara tatap muka dengan jumlah siswa terbatas.

Ainur adalah mahasiswa semester VII Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Walisongo Semarang. Pada semester ini Ainur mengikuti praktik pengalaman lapangan (PPL). Pembelajaran luring yang Ainur lakukan adalah bagian dari kegiatan mandiri.

Berbeda dengan semester sebelumnya, PPL pada semester ini dilaksanakan secara jarak jauh. “Ada dua kegiatan, yakni mandiri dan kolaborasi,” jelas Nur Asiyah, Kepala Laboratorium Microteaching FITK UIN Walisongo Semarang.

Tidak semua anak memiliki fasilitas perangkat dan sinyal internet. “Pembelajaran luring merupakan salah satu solusi bagi siswa yang memiliki keterbatasan untuk mengakses pembelajaran daring yang butuh sinyal internet,” tambah Nur.

FOKUS PROGRAM