Pembelajaran Berubah, Bagaimana Kepala Sekolah Mensupervisinya?

Pembelajaran Berubah, Bagaimana Kepala Sekolah Mensupervisinya?

Siswa SDN 2 Patukangan, Kendal, Jawa Tengah, sedang melakukan pembelajaran jarak jauh dari rumah. Siswa di fasilitasi oleh guru menggunakan berbagai media diantaranya WhatsApp group (WAG), google classroom, mengkombinasikan acara televisi dengan tugas proyek dan media-media lainnya.

Salah satu siswa SDN 2 Patukangan Kendal sedang melakukan pembelajaran jarak jauh dari rumah. Siswa di fasilitasi oleh guru menggunakan berbagai media diantaranya WhatsApp group (WAG), google classroom, mengkombinasikan acara televisi dengan tugas proyek dan media-media lainnya.

 

Kendal – Masa tanggap darurat pandemi Covid 19 belum jelas sampai kapan. Mau tak mau kepala sekolah harus mengubah strategi supervisi yang dilakukan kepada gurunya khususnya terkait supervisi akademik. Hal ini perlu dilakukan karena pembelajaran guru tidak lagi dilakukan secara tatap muka di dalam kelas, melainkan secara daring (dalam jaringan), luring (luar jaringan) ataupun  kombinasi antara keduanya (blended).

Di SD Negeri 2 Patukangan, pembelajaran jarak jauh menggunakan berbagai cara, seperti : memanfaatkan WhatsApp group (WAG), google classroom, mengkombinasikan acara televisi dengan tugas proyek, atau  mengirimkan pesan singkat agar peserta didik  membaca buku bacaan yang disukainya.

Semua tugas dan model pembelajaran jarak jauh tersebut dirancang agar tetap bermakna, menarik, tetapi juga  tidak memberatkan peserta didik saat belajar di rumah pada masa pandemik sebagaimana amanat dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,  Bupati, dan Kepala Dinas Pendidikan.

Perubahan dalam pembelajaran seperti digambarkan di atas, perlu diimbangi dan diikuti dengan perubahan model supervisi yang dilakukan kepala sekolah. Model yang diterapkan harus adaptif terhadap perubahan yang terjadi dalam pembelajaran seperti pola dan pendekatan, strategi dan metode, alat atau perangkat yang digunakan, pengelolaan lingkungan belajar, dan penilaian yang dilakukan.  Hal utama yang berubah dalam hal supervisi akademik terhadap pembelajaran jarak jauh adalah supervisi dilaksanakan dengan jarak jauh pula.

Intinya, supervisi ini dilakukan untuk memastikan bahwa pembelajaran jarak jauh yang dilakukan guru dapat terlaksana dengan baik dan sesuai dengan target capaian yang sudah dirumuskan.

Cara yang dilakukan di SDN 2 Patukangan dalam supervisi akademik dan pendampingan akademik oleh kepala sekolah ini adalah sebagai berikut.

Diskusi harian

Diskusi harian dewan guru setiap pagi sebelum guru melakukan pembelajaran jarak jauh agar dapat dipastikan bahwa guru mempunyai rencana yang matang dan panduan yang jelas sehingga pembelajaran jarak jauh, menarik dan menyenangkan, tetapi juga efektif dan bermakna.

Kepala sekolah  membaca dan memberikan masukan pada scenario pembelajaran,  desain tugas dan lembar kerja peserta didik yang telah dibuat guru. Diskusi harian dilakukan dengan memanfaatkan WAG karena dirasa paling mudah dan efektif.

Membantu guru

Lembar kerja peserta didik diberikan lewat grup paguyuban kelas agar peserta didik mendapatkan pendampingan dari orang tua  dalam pembelajaran jarak jauh. Dalam hal ini kepala sekolah memantau agar dapat memastikan pengiriman tugas rutin setiap pagi berjalan lancar dan kemudian dapat membantu guru apabila ada pertanyaan atau masukan dari orang tua peserta didik.

Kepala sekolah juga memastikan pengiriman hasil kerja peserta didik setiap hari dengan melihat dokumentasi kegiatan dan dokumentasi hasil kerja yang dikirimkan serta proses penilaian oleh guru. Bila ada kesulitan, kepala sekolah dapat membantu.

Inventaris kompetensi dasar dan produk pembelajaran

Kepala sekolah dan guru bersepakat untuk membuat portofolio. Caranya, guru menginventarisasi hasil karya peserta didik dengan membuat folder kumpulan karya peserta didik perhari  dan per peserta didik untuk memudahkan penilaian dan tindak lanjut pemberian bimbingan.

Inventarisasi ini juga dapat menjadi pengingat target capaian guru. Kepala sekolah lewat WAG atau ketika piket dapat berdiskusi tentang cara penilaian yang dilakukan guru. Bagaimana yang terbaik dan kontekstual dengan peserta didik.

Kepala sekolah meminta guru menginvestarisir kompetensi dasar (KD) yang harus dibelajarkan, melihat potensi untuk digabung dengan KD lain, dan mengkombinasikan dengan pola pembelajaran jarak jauh. Tujuannya agar tidak ada materi penting dan utama yang terlewati.

Umpan balik

Terakhir kepala sekolah memberikan masukan dan penguatan, sekaligus umpan balik di WAG paguyuban orangtua. Selain itu juga berdiskusi secara mendalam dengan guru baik melalui kelompok kecil ketika kepala sekolah dan guru bertemu saat piket (karena setiap hari guru bergilir masuk bekerja) maupun lewat WAG guru.

Bagaimanapun supervisi akademik adalah hal penting yang tetap harus dilaksanakan, tidak terkecuali pada masa pandemik civid-19 ini. Namun tidak bisa dimungkiri bahwa kondisi baru selalu membutuhkan cara baru dan pendekatan baru  agar tujuan bisa tercapai.

 

Oleh. Ninik Chaeroni, M.Pd – Kepala SDN 2 Patukangan Kendal dan Fasilitator Program PINTAR Tanoto Foundation Kabupaten Kendal

 

 

FOKUS PROGRAM