Pandemi Corona, Guru di Tanjab Timur Jambi Ajak Orang Tua Cintai Big Book

Baca Buku Besar, Gusfa Maya Sari, bersama ibunya belajar membaca menggunakan media Big Book yang menceritakan tentang kegiatan di sekolah, satunya gotong-royong.

Tanjab Timur Jambi,- Selama pandemi, anak-anak harus tetap mendapatkan pembelajaran berkualitas, itulah yang dikatakan Restia Diah Utami, guru inovatif dari SDN 81/X Pematang Rahim Tanjab Timur Jambi. Apa yang dilakukannya membuat orangtua siswa kelas awal mencintai buku bergambar berukuran besar alias big book selama belajar dari rumah (BDR).

Selama pandemi, anak-anak harus tetap mendapatkan pembelajaran berkualitas, itulah yang dikatakan Restia Diah Utami, guru inovatif dari SDN 81/X Pematang Rahim Tanjab Timur Jambi. Apa yang dilakukannya membuat orangtua siswa kelas awal mencintai buku besar alias big book selama belajar dari rumah (BDR).

Pembelajaran Big Book (buku besar) untuk kelas awal di Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang diperkenalkan Program PINTAR Tanoto Foundation menginspirasi guru di Jambi untuk mengadopsinya kembali di saat pembelajaran dari rumah berlangsung akibat pandemi COVID-19.

Menemukan metode pembelajaran dan media yang pas untuk kelas awal di masa pandemic ini sangat sulit, tentu guru harus memikirkan bagaimana agar pembelajaran tetap bermakna dan berkualitas.

Seperti yang dilakukan guru muda satu ini, Restia Diah Utami, sebagai guru ia harus memutar otak bagaimana siswanya tidak bosan dan tidak tertekan selama pembelajaran yang hanya memberikan tugas selama belajar dari rumah. Apalagi sampai membuat anak stres, ia menghindari itu semua.

Sebagai langkah awal, ia terus memikirkan materi literasi apa yang tepat untuk anak didiknya, salah satunya memberikan cergam alias cerita bergambar dari internet lalu dibagikan ke grup WhatsAppa kelas, lantas siswa membacanya lalu orangtau memfotonya.

“Ya hanya itu, siswa hanya membaca, kemudian memfotonya, lama-lama kan bosan juga ya,” ujar Restia Diah Utami, mengawali percakapan, Senin, (13/7).

Apa yang dilakukan Restia sebenarnya didukung oleh orangtua siswa, mereka mendukung dengan memberikan beberapa cerita bergambar, lalu siswa menceritakan kembali apa yang dibacanya.

“Orangtua siswa jadi kurang aktif, hanya mendampingi lalu memfoto,” keluhnya.

Belajar dari rumah selama pandemi memang memang membutuhkan kreativitas bagi guru, tidak asal memberikan tugas lalu semua itu selesai sehingga pembelajaran bermakna tidak akan tercapai.

“Ya kan namanya juga PJJ itu pembelajaran jarak jauh bukan penugasan jarak jauh, jadi kita harus benar-benar memberikan pembelajaran yang menyenangkan pula selama PJJ sesuai saran Mas Menteri,” tegasnya.

Manfaatkan Media Big Book

Setelah Restia menggunakan media cerita bergambar kepada anak didiknya, dan sampai pada titik kebosanan, ia teringat dengan pelatihan yang diajarkan oleh Tanoto Foundation untuk kelas awal dengan menggunakan Big Book alias buku besar.

Restia mengaku senang diperkenalkan dengan media pembelajaran untuk literasi kelas awal yaitu Big Book, ia ingin terus memanfaatkannya untuk pembelajaran literasi kelas awal, terutama ketika siswa sudah mengalami kebosanan belajar.

Lalu ia menggunakan media buku besar tersebut untuk pembelajaran literasi kelas awal, mulai dari mengenal kata, memahami kata, sampai memahami kalimat.

Big Book bekas pelatihan kita manfaatkan untuk pembelajaran dari rumah bersama orangtua dan anak anaknya, sistemnya bergantian,” ujar Restia.

Ajak Orangtua Berpartisipasi

Restia mengaku untuk mengajarkan Big Book tidak mudah di masa pandemi, apalagi membuat Big Book tidak mudah, sehingga harus disampaikan secara jelas, seperti alur cerita, maupun teknik menggambar.

“Idenya sebenarnya sederhana, mengajak anak dan orangtuanya belajar bersama, melalui kata-kata singkat dan gambar yang besar,” tukasnya.

Ia mengaku hal ini menjadi pengalaman pertama baginya untuk mengajarkan pembelajaran membaca di kelas awal, apalagi di masa pandemi.

“Saya mendapatkan pengalaman baru, yang belum pernah saya lakukan sebelumnya,” ungkapnya.

Restia menyampaikan kepada semua orangtua mengenai apa itu Big Book. Ia mengatakan bahwa

Big book adalah buku yang berukuran besar, berisikan gambar yang jelas disertai dengan cerita pada setiap gambar. Warna pada gambar sangat jelas dan tulisan huruf pada setiap cerita juga jelas, serta dan berukuran besar agar para siswa SD dan MI dapat membacanya dengan jelas,” tambahnya penuh semangat.

Kemudian Restia mengajak orangtua untuk bersama-sama mengajarkan Big Book, seperti yang dilakukan oleh Isminah, orangtua dari Gusfa Maya Sari.

“Saya senang sekali, bisa belajar bersama dengan anak,” kata Isminah.

Bagi Isminah, Big book juga merupakan media pembelajaran berupa buku besar yang di dalamnya terdapat gambar dan tulisan yang saling berkaitan.

“Anak saya jadi tertarik belajar, gambar dan tulisan harus menarik agar siswa lebih tertarik dengan media pembelajaran big book,” tukasnya.

Ditanya apa judul Big book, Maya menjawab ia dan temannya kangen ke sekolah, bisa belajar, membersihkan kelas, meja dan bermain di halaman sekolah.

“Judulnya gotong-royong sama teman-teman, kangen ke sekolah,” ungkap Maya.

Itulah pengalaman guru di Tanjab Timur Jambi dalam pembelajaran semasa belajar dari rumah karena pandemi COVID-19. Seru ya?

Artikel praktik baik ini telah terbit di Kumparan.com melalui link berikut: https://kumparan.com/jambikita/pandemi-corona-guru-di-jambi-ajak-orang-tua-cintai-big-book-1tnPZwuDbhQ/full

FOKUS PROGRAM