“MIKiR” Tak Membuat Cheisha Sendiri Lagi

“MIKiR” Tak Membuat Cheisha Sendiri Lagi

TAMPIL: Cheisha Mutiara Az-Zahra saat mempresentasekan hasil diskusi belajarnya bersama rekan satu kelompok belajar.

TAMPIL: Cheisha Mutiara Az-Zahra saat mempresentasekan hasil diskusi belajarnya bersama rekan satu kelompok belajar.

Jambi, – Pagi itu, Cheisha Mutiara Az-Zahra (10) tampak antusias mengikuti pembelajaran yang dilakukan oleh ibu Nurfaidah, gurunya kelas di kelas VA. Cheisha, biasa ia dipanggil adalah siswa SDN 131/IV Telanaipura Jambi. Sekilas tidak ada yang berbeda dengan siswa lainnya, namun Cheisa adalah salah seorang siswa berkebutuhan khusus. Ia maju ke depan bersama teman-temannya membacakan buku cerita yang telah dibacanya.

“Sukanya menyendiri dan awalnya tidak percaya diri,” sebut Nurfaidah, sang guru yang dengan sabar dan telaten mendampingi Cheisha.

Menurut Nurfaida, saat berada di sekolah, Cheisa masih perlu didampingi sehingga perlu didampingi oleh guru pendamping selain dirinya. Namun, itu dulu sebelum sekolah ini bermitra dengan Tanoto Foundation. Setelah diperkenalkan salah satu pembelajaran aktif MIKiR yang merupakan akronim dari Mengalami, Interaksi, Komunikasi, dan Refleksi, perlahan-lahan Cheisa aktif dan semakin ceria.

“Mau maju ke depan kelas,” jelas ibu Nurfaidah bangga.

Sebelum SDN 131/IV Kota Jambi menjadi sekolah mitra Program PINTAR Tanoto Foundation, pembelajaran di kelas lebih banyak menekan model ceramah sehingga murid kesulitan untuk belajar di kelas. Terkadang dia tidak mau bergaul dengan teman-temannya, hanya asyik dengan dirinya sendiri.

“Sejak menerapkan salah satu pembelajaran aktif MIKiR dari Tanoto Foundation, saya lihat Cheisa lebih aktif dan lebih percaya diri, seperti berbicara di dalam kelompoknya dengan siswa yang lain, karena dilatih interaksi di pembelajaran tersebut, “ ujar Nurfaidah.

Hal yang membuat bangga Nurfaidah adalah ketika Cheisha terus aktif berinteraksi dengan teman-temannya.

“Model pembelajaran aktif MIKiR membuat anak-anak seperti Cheisha berani berinteraksi dengan teman-temannya,” ungkap Nurfaidah.

Nurfaidah menerapkan pembelajaran aktif tersebut membuat Cheisa antusias dan berani berbicara di depan teman-temannya.

Basyir, kepala sekolah, mengaku senang dan bangga banyak perubahan dialami oleh peserta didiknya.

“Saya senang sekali, banyak perubahan pada diri Cheisha seperti berani maju ke depan untuk presentasi,” tukasnya.

Selain itu, diperlukan sikap sabar dan telaten dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus.

“Kita harus terus menumbuhkan rasa kepercayaan diri mereka, agar mampu tampil seperti anak lainnya,” pungkasnya.

Lewat program ini pula ada kebiasaan baru yaitu membaca 15 menit sebelum kelas dimulai. Selain itu juga adanya pojok baca disekolah. Bacaan ini juga dipresentasekan oleh guru sehingga murid lebih percaya diri tampil. Menurut kepala sekolah budaya baca ini sangat bermanfaat dalam banyak hal bukan hanya buku pelajaran.

Diketahui SDN 131/IV Kota Jambi merupakan sekolah yang juga menerima anak berkebutuhan khusus. Hal ini justru membawa dampak baik bagi anak berkebutuhan khusus karena lebih bisa bersosialisasi, juga bagi anak lainnya mengajarkan untuk bertoleransi.

Artikel ini telah tayang di Tribunjambi.com dengan judul “MIKiR” Tak Membuat Cheisha Sendiri Lagi, https://jambi.tribunnews.com/2019/09/13/mikir-tak-membuat-cheisa-sendiri-lagi?page=all.

 

FOKUS PROGRAM