Menjernihkan Air dan Tampil Percaya Diri melalui TV Pemberani

Menjernihkan Air dan Tampil Percaya Diri melalui TV Pemberani

Dengan-TV-Pemberani-siswa-dilatih-untuk-terbiasa-mengkomunikasikan-hasil-karyanya-seperti-melaporkan-hasil-percobaannya

Wonogiri, Jawa Tengah – Setelah mendapat pelatihan pembelajaran MIKIR (mengalami, interaksi, komunikasi, dan refleksi), Anys Susilo Nugroho SPd.SD, guru kelas IV SDN 2 Pokoh Kidul, langsung menerapkannya di kelas. Misalnya dengan memfasilitasi siswa lebih banyak melakukan kegiatan percobaan, pengamatan, wawancara, dan berdiskusi.”MIKIR menjadi bagian pembelajaran yang saya fasilitasi di kelas. Seperti dalam melakukan percobaan menjernihkan air, membuat telor asin, berwawancara, atau menceritakan kembali isi bacaan,” tukasnya.  

Air kotor berhasil menjadi jernih setelah disaring menggunakan alat penyaring air buatan siswa

Misalnya pada kegiatan percobaan membuat penyaringan air, Pak Anys mengajak siswanya untuk menemukan komposisi bahan-bahan penyaringan air kotor menjadi air bersih. Setiap kelompok mendapatkan alat dan bahan berupa toples plastik berukuran sedang, selang plastik berukuran 1/4 inchi, pisau carter, potongan kain perca, pasir, kerikil kecil, busa, arang, dan air kotor/keruh di dalam botol bekas air kemasan. Sebelum memulai, Pak Anys meminta setiap kelompok mencermati lembar kerja (LK).

Dengan TV Pemberani siswa dilatih untuk terbiasa mengkomunikasikan hasil karyanya seperti melaporkan hasil percobaannya

Setiap kelompok terdiri dari 5 siswa. Mereka membuat satu alat penyaring air. Hasilnya, setiap kelompok membuat urutan komposisi bahan yang berbeda-beda. Ada yang  memasukkan busa di paling bawah, kain, pasir dan ijuk. Di bawah toples diberi lubang untuk tempat keluarnya air yang dipasang selang plastik.

Setelah selesai merangkai, semua kelompok diminta menata alat penyaring airnya di tumpukan bata mulai dari atas ke bawah secara berurutan menjadi 5 alat penyaring. Siswa mulai memasukkan air kotor ke alat penyaringan air, menampung air hasil penyaringan di botol plastik, serta mencatat semua proses dan hasilnya.

Semua temuan didiskusikan di dalam kelompok dan siswa diminta menyampaikan hasil diskusinya dengan fokus, apa yang terjadi pada air setelah disaring? Alat mana yang berhasil menyaring air? Bagaimana urutan penyusunan bahannya dan berikan penjelasan. Laporan tertulis siswa memuat bahan-bahan yang digunakan untuk menyaring air dan langkah-langkah penyaringan air. Hanya saja pada saat diminta presentasi, siswa masih banyak yang malu-malu. Untuk memantik kepercayaan diri siswa, Pak Anys mengajak siswanya membuat replika TV  yang terbuat dari kardus berukuran 42 inchi. TV tersebut diberi nama TV Pemberani karena digunakan sebagai media untuk siswa berpresentasi. “Melalui TV ini siswa dilatih untuk terbiasa tampil percaya diri mempresentasikan hasil karyanya. Mereka juga bisa berlatih menjadi reporter,” kata Pak Anys.

Sebelum mendapat pelatihan Tanoto Foundation, dia mengaku kelasnya masih kosongan. Sekarang beragam hasil karya siswa dipajang di kelasnya. Pada lomba inovasi pembelajaran yang diselenggarakan Kemdikbud, dia membuat KIT TV Pemberani dan menulis tentang MIKIR. “Saya masuk 10 besar terbaik lomba inovasi pembelajaran nasional 2018,” katanya.

FOKUS PROGRAM