Mengamati Efek Rumah Kaca

Mengamati Efek Rumah Kaca

Siswa berdiskusi menyiapkan percobaan efek rumah kaca.

Siswa berdiskusi menyiapkan percobaan efek rumah kaca.

 

Oleh Tatik Haryanti, Guru IPA MTsN 1 Pekanbaru dan Fasilitator Pembelajaran Program PINTAR

Pekanbaru, Riau – Efek rumah kaca ditengarai menjadi penyebab naiknya suhu Bumi. Untuk membuktikannya, lbu Darwanis, guru IPA SMPN 36 Pekanbaru mengajak siswa kelas VII mengamati efek rumah kaca. Setiap kelompok mendapat 2 toples kaca, 2 termometer, plastik, stopwatch, potongan handuk, air panas, karet gelang, dan lembar kerja.

Siswa memasukkan handuk yang sudah direndam air panas ke toples. Lalu dua termometer yang suhunya sama juga dimasukkan ke setiap toples. Satu toples ditutup dengan plastik dan satu toples dibiarkan terbuka. Kedua toples diletakkan di tempat yang terkena cahaya matahari. Setiap 3 menit, siswa memeriksa suhu pada termometer.

“Awalnya suhu pada kedua toples 33 derajat celcius. Setelah 15 menit toples yang ditutup mencapai 40 derajat, sedangkan suhu pada toples terbuka menjadi 36 derajat. Energi matahari yang melewati toples berubah menjadi panas yang tidak dapat keluar, karena terperangkap oleh tutup plastik. Akibatnya suhu toples yang ditutup plastik lebih hangat,” kata siswa dalam presentasinya.

Guru memberi penguatan bahwa ruang dalam toples diibaratkan sebagai Bumi dan tutup plastik diibaratkan gas-gas rumah kaca yang terperangkap di lapisan atmosfer. Jika konsentrasi gas rumah kaca bertambah, suhu bumi juga akan naik. Gas rumah kaca adalah gas yang terperangkap di lapisan atmosfer. Gas ini berfungsi sebagai “atap rumah kaca” yang mampu meneruskan pancaran sinar Matahari ke Bumi namun menahan radiasi yang diemisikan oleh permukaan Bumi.

FOKUS PROGRAM