Mengaktifkan Listening Siswa Lewat Permainan Berpacu Dalam Melodi

Mengaktifkan Listening Siswa Lewat Permainan Berpacu Dalam Melodi

Belajar bahasa Inggris selalu dianggap sulit dan semakin membuat siswa kewalahan khususnya di masa pandemi dimana sebagain besar siswa belajar secara daring. Guru mau tidak mau harus mencari cara yang menarik dan inovatif dalam proses pembelajaran agar materi tersampaikan dan siswapun merasa senang.

Seperti yang dilakukan Irmayanti Swastika Nasution, S.Pd, salah seorang guru di SMP Negeri 3 Kisaran yang juga merupakan Fasilitator Daerah (Fasda) Pembelajaran Bahasa Inggris Tanoto Foundation, di Asahan, menciptakan kelas daring yang menyenang dengan melatih listening bahasa Inggris siswa dengan permainan ‘Berpacu Dalam Melodi’.

Baginya, menciptakan pembelajaran yang menarik tidaklah sulit semenjak dia mendapat ilmu dengan mengikuti pelatihan Modul 1 dari Tanoto Foundation. Dia selalu memasukkan unsur MIKiR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi, Refleksi) dalam setiap proses pembelajarannya, sehingga otomatis pembelajaran kepada siswa secara daring akan menjadi hidup dengan berperan aktifnya siswa dalam kegiatan pembelajaran.

Irmayanti mengaku menggunakan aplikasi WhatsAap (WA) dan google classroom untuk pembelajaran daring karena aplikasi ini yang dimiliki oleh siswa di sekolahnya.

“Pada materi Lagu di kelas VIII-1 dan VIII-2, saya ingin mengaktifkan kemampuan mendengar (Listening) dan berbicara (Speaking) mereka, maka saya mengajak mereka bermain ‘Berpacu Dalam Melodi’,” ujarnya.

Irmayanti menjelaskan, proses pembelajaran diawali dengan mengondisikan siswa yaitu menanyakan kabar, mengecek kehadiran lalu mengajak mereka berdoa. Semua itu dilakukan dengan mengirim pesan suara lewat WA grup pembelajaran bahasa Inggris.

Dia menjelaskan kepada siswa tata cara permainannya. Siswa diminta mendengarkan potongan lagu yang dikirim olehnya lalu setelah itu dia mengirimkan lirik lagu yang dihilangkan sebagian katanya. Siswa diminta menebak lirik yang hilang tersebut sesuai dengan lagu yang didengarnya.

Ada lima penggalan kata yang harus ditebak dan siswa yang menebak paling banyak secara benar dan paling cepat maka dia akan mendapatkan nilai dan hadiah berupa masker keren. Siswa yang menjawab benar tapi terlambat tidak mendapat masker namun tetap dinilai.

“Begitu permainan dimulai, siswa sangat antusias mendengarkan lagu yang dikirim,serta berlomba menjawab soal yang diberikan. Mereka juga mulai menggunakan bahasa Inggrisnya saat memberikan komentar meski masih bercampur, terkadang bahasa Inggris penuh, terkadang bahasa Inggrisnya dicampur dengan bahasa Indonesia. Tujuan saya kali ini adalah untuk mengasah keterampilan listening atau mendengar dan berbicara mereka pun terpenuhi,” jelasnya dengan wajah senang.

Sebelum pembelajaran berakhir siswa diberikan refleksi. Releksi diberikan dalam bentuk pertanyaan tentang apa yang mereka pelajari, bagian mana dari materi yang sudah dipahami dan bagian mana saja yang belum dipahami serta bagaimana perasaan mereka ketika belajar daring dengan menggunakan permainan ‘Berpacu Dalam Melodi’.

“Ternyata, setelah mengamati proses pembelajaran tadi serta membaca hasil refleksi mereka hasilnya cukup memuaskan. Terbukti kelas menjadi aktif dan mereka pun merasa senang dengan model pembelajaran tersebut,” ungkapnya.

FOKUS PROGRAM