Memimpin di Kala Pandemik, Orientasi Kepala Sekolah MINU Melayani

Memimpin di Kala Pandemik, Orientasi Kepala Sekolah MINU Melayani

Balikpapan – Ketika pandemi covid-19, kepala sekolah dituntut dapat memberikan solusi dan menjamin proses pembelajaran berlangsung bagi semua siswa. Kebijakan pemerintah mendorong sekolah untuk beradaptasi dengan pandemic melalui pembelajaran di sekolah. Pemerintah menyarankan pembelajaran di sekolah melalui Surat Edaran Walikota Balikpapan No 440/1797/Dinkes 2020.

 

Berangkat dari ini, Ahmad Gunanto, Kepala Sekolah MINU Balikpapan, fasilitator daerah Tanoto Foundation Kalimantan Timur mengupayakan bagaimana proses pembelajaran tetap berlangsung. Awalnya, Gunanto memetakan permasalahan pembelajaran dari rumah siswanya melalui rapat dengan guru-guru MINU. Setelah pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini berlangsung, ditemukan bahwa 80% telepon selular dan laptop adalah milik orang tuanya. Sehingga, ada 80% siswa yang tidak dapat mengikuti PJJ ketika jadwal PJJ dan jadwal kerja orang tua bersamaan. Ditambah lagi, koneksi jaringan internet masih terbatas di wilayah tempat tinggal siswa dan guru.

 

“Motivasi saya sebagai kepala sekolah adalah pelayan, karena saya pelayan, baktiku untuk orang yang saya layani. Bakti saya kepada keluarga besar MINU,” buka Gunanto. Selogan hidup Gunanto ini terpatri dalam hidup, bahwa sebagai individu, Gunanto ingin bermanfaat bagi semuanya, karena pada akhirnya yang Gunanto perbuat adalah untuk kebaikan dirinya dan sesama.

 

Bersama dengan guru MINU, Gunanto menyarankan untuk siswa yang tidak mempunyai perangkat Android dan laptop, dapat belajar bersama dengan siswa lain dekat rumah. Guru juga menyiapkan materi dan tugas di loker, sehingga siswa dapat mengambil dan meletakkan jawaban sesuai jadwal. Alternatif lain, guru MINU melakukan kunjungan ke rumah bagi anak yang tidak mempunyai perangkat digital.

 

Untuk menjalankan solusi tersebut, Gunanto mempersiapkan guru MINU agar dapat menjalankan PJJ dengan kebijakan-kebijakan mendukung sumber daya guru MINU. Pertama, Gunanto bersama guru MINU memetakan inventaris kepemilikan perangkat android dan laptop siswa. Kedua, membuat pertemuan daring berkala membahas metode PJJ apa yang digunakan. Ketiga, melatih guru untuk menggunakan aplikasi Zoom, Google Form, dan Youtube agar pembelajaran aktif yang diusung Tanoto Foundation dapat berjalan.

 

Ke empat, guru dan siswa sama-sama melakukan uji coba penggunaan Aplikasi Zoom, Google Form, StreamYard, dan Youtube demi lancarnya PJJ. Yang terakhir, melalui PERMINDUKBUD NO 8 TAHUN 2020 DAN NO 19 TAHUN 2020 TENTANG REVISI / PERUBAHAN PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA BOS TAHUN 2020), Gunanto mengalokasikan dana BOS untuk pembelian pulsa paket internet untuk guru dan dana transportasi untuk guru yang melakukan kunjungan siswa.

 

“Saya menganggap guru dan siswa MINU keluarga, sehingga ketika ada kunjungan, harapan saya terbentuk silahturahmi antara guru dan keluarga siswa, sehingga dana transportasi dapat digunakan untuk membeli buah tangan juga,” tambah Gunanto.

 

Saat ini, MINU membuka PJJ melalui akun YouTubenya di https://www.youtube.com/channel/UCwuYbqMO8xqDYl5j10KonMg dan kanal facebook di https://www.facebook.com/pages/Madrasah%20Ibtidaiyah%20Nahdlatul%20Ulama%20Balikpapan/127808437826620/ Gunanto berbagi pengalamannya kepada 24 kepala sekolah fasilitator daerah dan fasilitator dosen Tanoto Foundation provinsi Kalimantan Timur pada pertemuan zoom yang diselenggarakan oleh Tanoto Foundation.

 

“Harapan saya adalah dengan adanya pelatihan ini, kepala sekolah fasilitator daerah dan fasilitator dosen dapat menyusun perencanaan PJJ daring luring hingga pemanfaatan dana BOS yang efisien untuk mendukung PJJ daring, seperti bagaimana mengalokasikan dana BOS untuk pemberian bantuan kuota kepada guru dan siswa,” ungkap Affan Surya, Koordinator Provinsi Tanoto Foundation Kalimantan Timur.

 

Link dapat dibaca di Viva Borneo

FOKUS PROGRAM