Literasi di Masa Pandemi, Guru Ajak Siswa Rutin Baca Buku

Literasi di Masa Pandemi, Guru Ajak Siswa Rutin Baca Buku

Siswi SDN 005/V Kuala Tungkal, Tanjab Barat, Jambi sedang membaca buku bacaan di rumah selama pandemi.

Siswi SDN 005/V Kuala Tungkal, Tanjab Barat, Jambi sedang membaca buku bacaan di rumah selama pandemi.

Jambi – Selama pandemi, program gerakan literasi sekolah banyak yang tidak berjalan dikarenakan siswa belajar dari rumah. Namun, walaupun pandemi, siswa SDN 005/V Kuala Tungkal, Tanjung Jabung (Tanjab) Barat, Jambi tetap berjalan program literasinya selama siswa belajar dari rumah.

Program literasi tersebut, adalah siswa membaca buku cerita selama 15 menit sebelum memulai pembelajaran jarak jauh. Buku yang dibaca adalah buku cerita, bukan buku pelajaran. Lewat program literasi selama pandemi tersebut, siswa diwajibkan membaca buku. “Dengan siswa belajar dari rumah, bukan berarti program literasi tidak berjalan. Program literasi tetap berjalan dengan cara siswa membaca buku bacaan di rumah,” kata Sampurna, salah seorang guru.

Dikatakannya lagi, buku bacaan tersebut buku yang ada di rumah, terutama buku cerita-cerita rakyat. “Agar tidak menjadi menjadi beban bagi siswa maka sekolah memberikan kebebasan kepada siswa untuk kapan waktu membacanya, bisa pagi hari sebelum belajar, siang atau sore, yang penting buku itu selesai dibaca sampai selesai,” urainya.

Kegiatan literasi ini tentu saja membutuhkan dukungan dan ketersediaan buku bacaan. Jika tidak maka siswa akan merasa bosan dengan membaca buku yang sama. Agar bacaan siswa beragam dan tidak bosan, pihaknya berupaya meminjamkan koleksi buku yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Sampurna mengatakan ada tiga cara siswa mendapatkan buku bacaan.

“Pertama dorong siswa menggunakan buku bacaan yang ada di rumah, termasuk majalah dan koran. Kedua, memanfaatkan buku bekas dari saudara atau keluarga. Yang ketiga, dengan mendapat pinjaman buku dari sekolah,” ungkapnya.

 

Baca Buku 30 Menit

Erza Intan Aggraini, guru MI Muhammadiyah 01 Pekanbaru, Riau bersama orangtua dan siswa juga bersepakat membuat kegiatan wajib membaca di rumah selama 30 menit setiap hari. Waktunya bisa disesuaikan dengan jadwal yang disepakati anak dan orangtua.

“Agar siswa tertarik dan senang membaca di rumah, mereka perlu disediakan buku-buku bacaan yang menarik. Saya membuat kesepakatan dengan orang tua agar mereka mau membelikan buku bacaan yang disukai untuk anak-anaknya,” kata Erza.

Dampak positif selama belajar dari rumah, menurut Erza para siswanya memiliki koleksi buku bacaan beragam di rumahnya. Dalam seminggu, setidaknya 1-2 buku bacaan mereka habiskan. Paguyuban kelas juga membantu menyediakan bahan bacaan online. Mereka menyumbang membeli komik, majalah, dan buku bacaan online yang cocok untuk anak.*

 

Artikel ini juga telah dipublikasikan oleh Kumparan.com:  https://kumparan.com/jambikita/literasi-di-masa-pandemi-guru-di-jambi-ajak-siswa-rutin-baca-buku-1uJYSG766qj 

FOKUS PROGRAM