Kreativitas Guru Balikpapan Mengajarkan Ilmu IPA Siklus Air

Kreativitas Guru Balikpapan Mengajarkan Ilmu IPA Siklus Air

Pandemi Virus Corona atau Covid-19 masih ‘menempel’ di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, karena itu, praktek pendidikan masih diselenggarakan secara online, melalui dunia maya.

Model itu merupakan Pembelajaran Jarak Jauh, tidak menghalangi untuk belajar mengajar di tengah pandemi Covid-19. Satu di antaranya, Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri di Kota Balikpapan.

Mengajarkan ilmu pengetahuan alam melalui online dengan proses kreaif dan media yang inovatif.

Yakni, Wiwik Kustinaningsih, guru kelas V MIN 1 Balikpapan mengajak 36 siswanya untuk memahami pelajaran ilmu pengetahuan alam tentang siklus air.

Pertama, Wiwik, mengajak siswanya untuk mengamati hujan, mengajak dialog para siswa, apa yang terjadi sebelum hujan.

Siswa kebanyakan merasakan hawa panas sebelum hujan.

Pada sistem pengajaran via zoom online, Wiwik, mengarahkan siswa untuk mengamati gambar yang ada di zoom meeting.

Di dalam paparan, dia sampaikan seluruh proses terjadinya siklus air.

Dalam diskusi, Wiwik memandu siswa dengan beberapa pertanyaan. Wiwik mendesain kelas daringnya berpusat pada siswa.

Wiwik percaya bahwa siswa adalah subyek utama dalam pendidikan.

Tentu saja, Wiwik mengadopsi unsur pembelajaran aktif dari Tanoto Foundation. Wiwik tetap mengikuti kurikulum 2013, namun dihidupkan dengan unsur pembelajaran aktif melalui Mengalami, Interaksi, Komunikasi, Refleksi.

Pertanyaan yang didesain Wiwik yaitu. “Jelaskan bagaimana terjadinya hujan? Apakah jumlah air berkurang dengan terjadinya hujan? Mengapa air bermanfaat bagi kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan?,” ungkapnya kepada Tribunkaltim.co pada Sabtu (24/4/2021).

Satu di antara, siswa belajarnya, Naila Nur Zahra, kelas VB memaparkan, ketika hujan, jumlah air tidak berkurang dan bertambah di bumi, oleh karena itu disebut siklus air.

“Alam diciptakan untuk bekerja secara baik,” katanya, menjelaskan.

Proses ini merupakan sirkulasi air terus menerus dari bumi ke atmosfer ke bumi lagi.

Siklus air mengalami 3 tahapan, yaitu penguapan, membentukan awan, dan hujan di laut, sungai dan danau.

“Lalu sinar matahari membuat air di laut, sungai dan danau menguap, tumbuhan pun ikut menguap,” ungkapnya.

Uap-uap air ini ditampung di udara dan ditangkap oleh awan. Angin membawa awan ke daratan lebih tinggi, dan terjadilah hujan.

“Air ini sangat bermanfaat bagi makhluk hidup, manusia membutuhkan air sebagai kebutuhan kesehatan,” tegasnya.

Tumbuhan membutuhkan air untuk berfotosintesa. Hewan pun juga membutuhkan air. Untuk memperkuat pemahaman siswa.

Wiwik meminta siswa untuk untuk membuat prakarya yang menjelaskan siklus air. Lalu mempresentasikan melalui video.

Di aplikasi WhatsApp, Wiwik mengajak seluruh siswa merefleksi dan melakukan penguatan.

Dalam refleksi, siswa senang karena lebih memahami siklus air dengan membuat prakarya dan mempresentasikan melalui video.

Wiwik pun melakukan penguatan dengan menekankan bahwa siklus air merupakan proses alam.

“Fenomena proses alam yang terjadi di sekitar kita,” ungkapnya.

Penguatan ini dilakukan untuk meluruskan pemahaman anak setelah Wiwik ajak untuk menulusuri konsep siklus air.

FOKUS PROGRAM