Identifikasi Mobilitas Sosial dengan Pola MIKIR

Identifikasi Mobilitas Sosial dengan Pola MIKIR

Siswa menampilkan hasil diskusi kelompok mobilitas sosial vertikal Bapak Sukanto Tanoto.

Siswa menampilkan hasil diskusi kelompok mobilitas sosial vertikal Bapak Sukanto Tanoto.

Oleh Bonardo Lumbanraja, S.Pd  Guru SMPN I Lima Puluh

Batu Bara, Sumatera Utara – ¬†Pada pembelajaran IPS kelas VIII tentang Mobilitas Sosial, saya menerapkan MIKIR. Saya mengajukan pertanyaan untuk mengajak mereka “Curhat Pendapat”. Pertanyaannya, apakah pengertian dari mobilitas sosial? Siswa diberi kesempatan selama tiga menit untuk memikirkan serta menyampaikan ide maupun gagasannya.

Kegiatan dilanjutkan dengan siswa mencari informasi di internet tentang contoh nyata bentuk-bentuk mobilitas sosial. Siswa menunjukkan bahwa Presiden Joko Widodo yang berkecimpung di dunia politik terus mengalami mobilitas sosial yang bersifat vertikal naik. Mulai dari menjadi walikota, gubernur, sampai menjabat presiden.

Sedangkan contoh mobilitas horizontal yang pernah dialami oleh tokoh politik perempuan, seperti Ibu Khofifah Indar Parawansa yang pernah menjabat Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan juga pernah menjabat sebagai Menteri Sosial, dan beberapa contoh lainnya.

Langkah selanjutnya adalah kegiatan praktik, yaitu dengan metode wawancara. Guru membagi siswa ke dalam lima kelompok. Siswa dibekali dengan pertanyaan untuk responden. Hal penting yang perlu ditanyakan adalah perubahan status sosial apa saja yang pernah dialami oleh responden. Dalam hal ini siswa diminta untuk mewancarai para guru di sekolah.

Selesai wawancara para siswa berdiskusi di kelompok untuk menyimpulkan dan menyajikan informasi.”Ada guru yang sebelumnya menjadi guru honorer, sekarang sudah diangkat menjadi guru PNS. Guru tersebut mengalami mobilitas vertikal,” kata salah seorang siswa dalam presentasinya. Pada kegiatan refleksi, saya menyampaikan status sosial bukan didasarkan kekayaan melainkan status yang sama di hadapan Tuhan YME.

FOKUS PROGRAM