Cara Kepala Sekolah Dampingi Guru Gaptek Buat Video Pembelajaran

Cara Kepala Sekolah Dampingi Guru Gaptek Buat Video Pembelajaran

Ervina (kanan) membantu dan mendampingi guru-guru membuat bahan pembelajaran jarak jauh (PJJ)

Ervina (kanan) membantu dan mendampingi guru-guru membuat bahan pembelajaran jarak jauh (PJJ)

Oleh Ervina Br Tarigan, S.S., Kepala SMPN Satu Atap 2 Merek, Karo, Sumatra Utara

Pandemi Covid19 telah membawa perubahan besar bagi sekolah kami yang terletak di bawah kaki Gunung Sibuatan, Danau Toba, Sumatra Utara. Sejak sekolah diliburkan, proses pembelajaran juga ikut berubah. Guru-guru hanya memberikan tugas kepada siswa tanpa ada interaksi seperti biasanya. 

Saya pun melakukan pemetaan sederhana agar bisa berinteraksi dengan siswa dari jauh. Hasilnya, dari 224 siswa yang ada, ada 73 siswa yang menggunakan WhatsApp, 91 siswa menggunakan Facebook Messenger dan SMS, dan 61 siswa lainnya sama sekali tidak memiliki media komunikasi. 

Dari pemetaan tersebut, saya meminta para wali kelas membuat WhatsApp Group (WAG) dan memanfaatkan Facebook Messenger untuk masing-masing kelas. Strategi pembelajaran dibagi menjadi daring yang dikombinasikan dengan luring untuk menjangkau siswa yang tidak bisa mengakses internet. 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karo juga telah mengintruksikan guru-guru agar membuat video pembelajaran untuk membantu siswa belajar dari rumah. Kami dilatih membuat video pembelajaran sederhana melalui live streaming di Facebook yang bisa diakses siswa.  

Berlatih membuat video pembelajaran 

Saya mengajak para guru di WAG sekolah untuk membuat video pembelajaran jarak jauh (PJJ). Namun respon guru ternyata sangat minim. Setelah berdiskusi, saya menyadari banyak guru yang tidak punya pengetahuan membuat video pembelajaran. Bahkan hanya ada sekitar 10 persen guru yang dapat mengoperasikan komputer atau laptop dengan baik. 

Namun semangat mereka untuk belajar patut diapresiasi. Untuk mempercepat proses, saya ikut membantu mereka mempersiapkan bahan ajar, termasuk membuat video pembelajaran. Pertama kali percobaan membuat video, hasilnya masih kurang memuaskanMasih ada video yang suaranya kurang terdengar dan gambarnya kurang jelas. 

Tapi salah seorang guru, Asnita Tarigan punya ide menarik. Ia meminta bantuan anaknya yang masih SMP tapi sudah terbiasa membuat video sendiri. Akhirnya Asnita dibantu anaknya merekam dan mengedit video hingga video PJJ miliknya berhasil dibuat. 

Contoh visual video pembelajaran yang telah dibuat salah seorang guru

Hal ini sangat menggembirakan mengingat guru-guru yang tampil di dalamnya sebagian besar masih gagap teknologi. “Akhirnya jadi juga video kita. Ayo kita coba buat yang lebih bagus lagi,” komentar guru PPKn, Masrina Ginting. Dia tertawa puas setelah melihat hasil video pembelajaran yang dibuatnya. 

Memandu siswa lebih banyak berpraktik 

Video pembelajaran yang telah dibuat dibagikan ke WAG dan Facebook Messenger sesuai jadwal belajar yang sudah dibuat. Respons siswa ternyata sangat baik. Mereka lebih cepat memahami materi pelajaran dan mempermudah untuk mengerjakan lembar kerja (LK) yang diberikan guru. 

Tapi jika ada siswa yang tidak memiliki smartphone, ada perwakilan dari setiap desa untuk datang ke sekolah mengambil fotokopi bahan ajar serta LK yang digunakan dalam pembuatan video PJJ. Walaupun tidak semaksimal dengan menonton video, paling tidak siswa sudah punya bahan untuk dipelajari. 

Salah satu contoh video pembelajaran yang telah dibuat adalah video praktik pengamatan bawang merah selama dua mingguPada video tersebut, siswa dipandu untuk mengamati pertumbuhan bawang merah yang diberi empat perlakuan berbeda, yaitu: 

  • Ditanam pada gelas plastik berisi tanah yang tidak diberi lubang udara dan rutin disiram. 
  • Ditanam pada gelas plastik berisi tanah yang diberi lubang udara dan rutin disiram. 
  • Ditanam pada gelas plastik berisi tanah yang tidak diberi lubang udara tanpa disiram. 
  • Ditanam pada gelas plastik berisi tanah yang diberi lubang udara dan tanpa disiram.  

Setelah selesai mengamati, siswa kemudian membuat laporannya. Selain dalam bentuk tertulis, mereka juga dapat membuat laporannya dalam bentuk rekaman video. Seperti laporan yang dibuat oleh Ira Br Jawak, siswa kelas IX. “Kesimpulannya, bawang yang tumbuh subur yaitu yang ditanam pada gelas plastik berisi tanah, diberi lubang udara, dan rutin di siram,” ungkap Ira melalui video pendek yang dikirimkan melalui WAG.

Contoh laporan tertulis hasil pengamatan bawang merah milik salah seorang siswa

Dari hasil refleksi yang dilakukan siswa, mereka mengaku sangat terbantu dengan video pembelajaran yang dibuat gurunya. Dengan adanya video pembelajaran, siswa dapat menyerap materi dengan lebih cepat.

FOKUS PROGRAM