Buku Misteri, Inovasi Guru di Tengah Pandemi

Buku Misteri, Inovasi Guru di Tengah Pandemi

Melalui Buku Misteri, Juni Hari Yanto, guru kelas VI SDN No. 28 Indrapura, Batu Bara, Sumatera Utara, melatih siswanya melakukan refleksi pembelajaran sehingga hasil belajar siswa saat belajar dari rumah bisa diketahui.

Buku misteri ini merupakan media pembelajaran berupa buku yang disusun sedemikan rupa sehingga terlihat unik dan menarik.

Sumut – Pandemi covid-19 menuntut guru melakukan kombinasi pembelajaran daring maupun luring. Guru juga didorong kreatif dan inovatif dalam memfasilitasi kegiatan belajar dari rumah agar siswa tetap mendapat materi pembelajaran menarik dan bermanfaat.

Hal ini coba diupayakan Juni Hari Yanto, guru kelas VI SDN 28 Indrapura, Batu Bara, Sumatera Utara. Dia melatih siswanya belajar dari rumah dengan membuat “Buku Misteri”.

“Buku Misteri” merupakan media pembelajaran berupa buku yang disusun sedemikan rupa sehingga terlihat unik dan menarik. Isinya mengambil materi pembahasan dari beberapa materi yang sudah dipelajari sebelumnya.

Proses pembuatan “Buku Misteri” cukup mudah. Peserta didik diberi kebebasan dalam memilih materi pembelajaran yang mana menurut mereka paling menarik dan paling mudah dipahami untuk dijadikan dalam “Buku Misteri”.

Melalui Buku Misteri, Juni Hari Yanto, guru kelas VI SDN No. 28 Indrapura, Batu Bara, Sumatera Utara, melatih siswanya melakukan refleksi pembelajaran sehingga hasil belajar siswa saat belajar dari rumah bisa diketahui.

Dari Bahan Sederhana di Rumah

Setelah menentukan materinya, peserta didik mengumpulkan bahan pembuatan buku seperti kalender bekas atau kotak kardus bekas. Sementara bahan pendukung lainnya seperti lem kertas, kertas karton, gunting, penggaris, dan hiasan.

Selama proses pembuatan “Buku Misteri”, tidak terlepas dari pendampingan guru baik secara daring maupun luring, terutama untuk membantu apabila peserta didik menemukan kesulitan selama proses pembuatan.

Peserta didik harus menyusun bahan kardus bekas atau kalender bekas secara lembar perlembar dibentuk menjadi sebuah buku.

Setiap lembarnya harus diisi dengan urutan materi yang dipilih atau yang mau disampaikan dan saling berkaitan dari setiap lembarnya. Pembuatannya memerlukan waktu 3-4 hari selama peserta didik belajar dari rumah.

Melalui Buku Misteri, Juni Hari Yanto, guru kelas VI SDN No. 28 Indrapura, Batu Bara, Sumatera Utara, melatih siswanya melakukan refleksi pembelajaran sehingga hasil belajar siswa saat belajar dari rumah bisa diketahui.

Buat Siswa Antusias

“Buku Misteri ini digunakan peserta didik untuk bercerita atau saling berkomunikasi menggunakan Buku Misteri,” kata Juni Hari Yanto yang juga fasilitator Program Pintar Tanoto Foundation.

Jadi setiap siswa selesai belajar bersama guru secara daring atau selesai mengerjakan tugas mandari di rumah, siswa menuliskan materi yang sudah dipelajari dan dipahaminya selama belajar.

Bagi siswa yang bisa belajar daring, mereka diberi kesempatan menceritakan materi yang sudah dipelajari menggunakan “Buku Misteri”.

Sedangkan siswa yang belajar luring, “Buku Misteri” tersebut dikumpulkan untuk mendapatkan umpan balik dari guru.

Dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan dalam pembuatan “Buku Misteri”, ternyata hasilnya membuat peserta didik antusias.

“Saya senang membuat Buku Misteri karena melatih kemampuan dan keterampilan saya dalam membuat karya dan menyampaikan materi yang sudah saya pelajari,” kata Cristian Ferdinand salah seorang siswa kelas VI.

”Buku Misteri ini dapat membantu kami melakukan refleksi pembelajaran, agar kita tahu hasil belajar siswa saat belajar dari rumah,” kata Juni.

Artikel Praktik  Baik ini telah tayang di Kompas.com melalui tautan berikut ini:
https://edukasi.kompas.com/read/2020/06/29/150734971/buku-misteri-contoh-praktik-baik-pembelajaran-dari-sdn-indrapura-sumut?page=all#page3.

FOKUS PROGRAM