Bergerak Berinovasi dalam Pengajaran: Terobosan di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UINSI

Bergerak Berinovasi dalam Pengajaran: Terobosan di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UINSI

Dr Fathul Jannah M Si dan Marniati Khadir, M Pd, dosen di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, bersama mahasiswa Muhammad Anshar menggali lebih dalam bagaimana kampus berinovasi dalam pengajaran. Di sini, penelitian menelisik bagaimana penerapan pembelajaran aktif dengan pendekatan MIKiR (mengalami, interaksi, komunikasi, dan refleksi) di sudut-sudut kampus.

Penelitian yang selesai tahun lalu ini dibantu dengan korespondensi dengan dosen-dosen yang menjadi fasilitator dosen di UINSI. Pada penerapannya, dosen-dosen telah meninggalkan gaya lama dan mengadopsi MIKiR dalam keseharian.

Dosen mulai merancang dan mempersiapkan bagaimana kelas yang dipegang hidup. Dosen-dosen yang mengadopsi MIKiR ini mempersiapkan perkuliahan mulai dari materi presentasi, materi bacaan. Pada hakikatnya, mahasiswa harus lebih banyak mengalami dalam proses perkuliahan. Lalu dalam mengelola ruang kelas, dosen sudah memaksimalkan dengan tugas berkelompok, sehingga siswa dapat membangun kerjasama tim, teknik komunikasi publik, dan berpikir kritis.

Ternyata dari aplikasi MIKiR ini, dosen-dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan banyak menemukan inovasi-inovasi yang meningkatkan performa prestasi mahasiswanya dan kualitas perkuliahan yang diberikan dosen-dosen.

Mahasiswa menjadi pelaku utama dalam pembelajaran dosen mendesain perkuliahan dengan bagaimana mahasiswa banyak berpraktik sehingga dengan terlibat secara penuh dalam proses pembelajaran, materi perkuliahan lebih mudah diserap oleh mahasiswa. Dalam pengajaran, para dosen UINSI mengubah cara mengajar kuliah ini juga dapat mendorong mahasiswanya nanti dapat mengelola kelas dengan baik ketika menjadi guru.
Sebagian dosen menggunakan waktu tambahan perkuliahan agar mahasiswanya dapat langsung terlibat dalam proses menjadi calon guru. Dalam mata kuliah manajemen sekolah, mahasiswa ditugaskan untuk langsung ke sekolah-sekolah mitra.

Di sekolah, siswa mulai berdiskusi dengan sekolah untuk mengetahui bagaimana pengelolaan perangkat sekolah, seperti penyimpanan aset sekolah, pemakaian media sekolah. Mahasiswa juga diharapkan dapat menjawab keterkaitan sarana pembelajaran dengan mutu sekolah. Dengan berpraktik langsung, mahasiswa dapat mendapat gambaran besar tentang unit mata kuliah tersebut.

Contoh lain adalah ketika penugasan bersifat kelompok, dosen memberikan tema yang berbeda setiap kelompok. Setiap kelompok pun juga mempunyai cara yang berbeda untuk menyelesaikan penugasan. Ada yang mencari di internet, ada yang mencari di perpustakaan, ada yang berkerjasama dengan dosen.

TERTIB ADMINISTRASI PENGAJARAN

Jika nantinya mahasiswa calon guru ini akan mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dosen membiasakan mahasiswa melihat perkuliahan yang dipersiapkan. Dosen-dosen di UINSI memulai perkuliahan dengan mempersiapkan skenario perkuliahan. Dengan skenario ini para dosen terbantu apakah perkuliahan yang akan diberikan sudah memasukkan unsur-unsur pembelajaran aktif. Dengan terbiasa melihat perkuliahan yang dipersiapkan, nantinya mahasiswa juga terbiasa membuat RPP untuk memulai kelas.

MENJELASKAN SILANG

Dengan penerapan MIKiR, dosen menemukan inovasi: menjelaskan silang. Dimana mahasiswa harus mampu menjelaskan penjelasan kelompok lain. Inovasi pembelajaran ini dipakai supaya masing-masing mahasiswa dapat memahami materi sebagai ilmu pengetahuan satu kesatuan utuh.

SUPERVISI DOSEN DAN ORIENTASI KE RISET

Walaupun mahasiswa menjadi pemeran utama dalam proses perkuliahan, para dosen tidak melepas begitu saja lalu menilai. Para dosen juga selalu mengajak mahasiswa untuk refleksi untuk perbaikan berkelanjutan. Tidak hanya itu, para dosen juga selain melakukan penilaian, dosen UIN juga rutin melakukan pendalaman materi kuliah, di mana para mahasiswa diarahkan untuk membangun konsep yang terbentuk. Selain itu, dosen juga melakukan penguatan pada materi yang dipelajari agar mengacu pada konsep yang dituju.

Kedepannya, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UINSI mendorong mahasiswa calon guru untuk merangkai kesimpulan dapat dijadikan jurnal tingkat fakultas. Penguatan riset ini diharapkan agar mahasiswa yang dihasilkan oleh UINSI menjadi guru yang berlandas pada ilmu pengetahuan dan riset.

FOKUS PROGRAM