Belajar Perubahan Positif dan Negatif dari Lilin sampai Singkong

Belajar Perubahan Positif dan Negatif dari Lilin sampai Singkong

Siswa melakukan kegiatan percobaan terjadinya perubahan fisika dan kimia dengan menggunakan berbagai bahan-bahan dari lingkungan sekitar

Siswa melakukan kegiatan percobaan terjadinya perubahan fisika dan kimia dengan memanfaatkan berbagai bahan-bahan dari lingkungan sekitar

Oleh Irina KL, Guru SMPN 2 Kendal

Kendal – Belajar perubahan fisika dan perubahan kimia ternyata sangat menyenangkan. Hal itu terpancar di wajah siswa kelas VIIE SMPN 2 Kendal. Secara tidak disadari, banyak hal yang telah mereka amati, alami, dan lakukan dalam pembelajaran hari itu.

Dalam pembelajaran ini siswa diminta m

embawa bahan antara lain korek api, kertas, beras, lilin yang masih baru, es batu, dan tape singkong untuk belajar terjadinya perubahan fisika dan perubahan kimia. Alat lain yang mendukung yaitu gunting, cawan petri, mortar dan penumbuknya, serta gelas beker. Pembelajaran saya mulai dengan menunjukkan buah apel yang mulai keriput dan tomat yang mulai membusuk. Ternyata buah yang semula tampak segar, setelah beberapa hari menjadi berubah tekstur dan baunya.

Selanjutnya mereka menyalakan korek api. Setelah nyala api dimatikan mereka tahu bahwa ada perbedaan antara sebelum dan setelah batang korek api dibakar.

Kemudian beralih ke meja tulis di kelas yang terbuat dari kayu. Materi kayunya masih tampak, yang berbeda hanya bentuknya. Lalu baju seragam yang mereka pakai, bahannya berasal dari kain, setelah menjadi baju materi kainnya masih tampak.

Dari contoh-contoh tadi siswa memahami bahwa perubahan itu sering mereka alami. Ada yang positif dan ada yang negatif. “Buah bila disimpan terlalu lama akan menjadi busuk dan berbeda segalanya dengan keadaan sebelumnya. Namun, pada meja, korden, dan baju masih bisa diamati asal mulanya,” demikian simpulan kami bersama-sama dari kegiatan tersebut.

Kemudian pada tahap Mengalami, siswa dalam kelompok mempraktikkan menggunting kertas menjadi ukuran lebih kecil, lalu membakar kertas dan kertas jadi abu. Ada yang menumbuk beras sehingga beras ukurannya menjadi lebih kecil, menyalakan lilin yang terjadi perubahan pada sumbu dan batang lilin menjadi meleleh. Es batu yang tadinya padat setelah beberapa saat mulai mencair. Singkong dan tape singkong yang asalnya sama tapi rasa, aroma dan teksturnya menjadi berbeda. Kegiatan tadi mengantarkan siswa menjadi memahami perbedaan perubahan fisika (fisiknya saja) dan perubahan kimia (menghasilkan zat baru).

Tahap Interaksi, saat kegiatan eksperimen terjadi mereka saling menyampaikan pendapatnya tentang perubahan yang terjadi pada bahan-bahan tersebut. Mereka menuliskan pendapatnya pada tabel di LK. Demikian seterusnya untuk semua bahan yang harus dipraktikkan.

Pada tahap Komunikasi, setiap kelompok mempresentasikan laporannya di depan kelas. Kelompok lain menyimak dan mengomentari bila ada hasil yang berbeda. Setelah presentasi, hasil karya ditempelkan pada papan pajangan.

Di akhir kegiatan, guru dan siswa melakukan refleksi. Mereka mereviu hasil kegiatan dan bertukar pendapat manfaat pembelajaran ini dalam kehidupan. “Saya belajar terjadinya perubahan fisika dan kimia pada sebuah materi. Saya jadi tahu manfaat kedua perubahan tersebut,” ungkap salah seorang siswa dalam lembar refleksi.*

FOKUS PROGRAM