Belajar Pecahan dengan Kolase Pizza

Belajar Pecahan dengan Kolase Pizza

Hasil karya siswa membuat soal cerita tentang pecahan dan menjawabnya sendiri.

Oleh  Lili Gusni, S.Pd.SD; Guru Kelas IV SDN 010216 Sipare-pare

Hasil karya siswa membuat soal cerita tentang pecahan dan menjawabnya sendiri.

Batubara, Sumatera Utara –  Saya menggunakan media kolase bergambar pizza untuk mengajar tentang pecahan. Bahan-bahannya terbuat dari kardus bekas, lem, kertas origami, dan manik-manik. Cara membuatnya, tempelkan kertas origami pada kardus. Kemudian potong kardus dan kertas origami tersebut seperti bentuk pizza yang akan dijadikan kolase. Ukurannya bisa disesuaikan dengan keinginan. Agar lebih menarik, tempelkan manik-manik pada kertas origami berbentuk pizza tersebut.

Media kolase pizza ini digunakan untuk mengenalkan konsep pecahan sebagai pembagian dari satu benda. Misalnya 1/2 (setengah) didapat dari membagi 1 pizza menjadi 2 bagian sama besar. Lakukan hal yang sama untuk 1/3 dan 1/6. Dari sana bandingkanlah potongan pizza 1/2 dan 1/6. Lihat, jika pizza dipotong menjadi 6 bagian yang sama dan kita berikan kepada 2 orang dengan jumlah sama, ternyata masing-masing mendapat 3 potong pizza.

Setelah siswa memahami konsep pecahan, setiap kelompok diminta mempresentasikan hasil praktik memahami pecahan dengan media kolase pizza. Selesai presentasi, saya meminta siswa menuliskan pemahaman mereka tentang pembelajaran pecahan dengan media kolase pizza dengan kata-katanya sendiri. Tujuannya agar ilmu yang mereka pahami dapat diikat dalam bentuk tulisan sehingga mereka lebih mudah memahaminya. Siswa juga diminta membuat soal cerita tentang pecahan dan menjawab sendiri soal cerita yang dibuatnya. Berikut adalah soal cerita yang dibuat oleh Cyntia Laura, salah seorang siswa.

“Ibu membeli sebuah pizza kemudian pizza tersebut dipotong menjadi 4 bagian yang sama untuk dibagikan kepada 4 anaknya, berapa bagian untuk masing-masing anak?” Cyntia menjawab dengan memberikan ilustrasi gambar pizza yang dibagi empat dan menuliskan angka 1/4 pada gambar pizza yang dibagi empat.  Dari soal cerita dan jawaban yang dibuat siswa, saya dapat mengetahui tingkat kemampuan mereka memahami materi pecahan. Kebanyakan siswa hanya menuliskan laporan kegiatan atau membuat pecahan secara langsung, mereka kesulitan membuat soal cerita. Ini menjadi catatan saya untuk memperbaiki pembelajaran ke depan.

FOKUS PROGRAM