Belajar Getaran dan Gelombang dengan Media Phet dan Zoom di Masa Pandemi

Belajar Getaran dan Gelombang dengan Media Phet dan Zoom di Masa Pandemi

Siswi SMPN 2 Tanjung Jabung Timur sedang mempraktikkan getaran, dan gelombang dalam pelajaran IPA.

Oleh: Prasojo, S.Pd

Guru IPA SMP Negeri 2 Tanjung Jabung Timur

Siswi SMPN 2 Tanjung Jabung Timur sedang mempraktikkan getaran, dan gelombang dalam pelajaran IPA.

Ada keraguan dari guru bahwa siswa akan mampu belajar mandiri dan guru bisa mengajar secara daring, membimbing siswa untuk menghasilkan karya. Begitu kondisi saat mengawali kebiasaan baru ini. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, di awal tahun 2020 tepatnya minggu ke empat bulan Maret, pembelajaran mulai berlangsung dari rumah masing-masing.

Situasi ini dijawab dengan cepat oleh Tanoto Foundation yang melakukan pelatihan bagi Fasilitator Daerah program PINTAR Provinsi Jambi. Pada pelatihan tersebut ada materi yang sangat dibutuhkan bagi guru untuk mengajar jarak jauh, yakni ragam aplikasi pembelajaran jarak jauh (PJJ), manajemen kelas jarak jauh dan bagaimana melakukan pendampingan jarak jauh.

Materi ini kemudian saya kombinasikan dalam merancang pembelajaran dari rumah dengan menggunakan aplikasi zoom cloud meeting, memanfaatkan group WhatsApp kelas dan google class room, untuk pembelajaran dari rumah sehingga siswa dapat belajar dari rumah dengan lebih mudah meski tidak bertemu langsung dengan gurunya.

Beberapa materi pokok diramu dan dikumpulkan dalam satu rencana PJJ. Kumpulanan materi ini akan menjadi mesin belajar otomatis yang dapat membuat  siswa membelajarkan diri mereka sendiri, tanpa ada guru yang menemani secara langsung.

Ramuan materi dimaksud adalah getaran, dan gelombang. Kedua materi pokok ini disajikan guru dalam satu kali pertemuan dengan menggunakan aplikasi zoom cloud meeting dengan tujuan yeng pertama membuat model getaran dari bahan yang ada di rumah, yang kedua membuat model gelombang dari bahan yang ada di rumah, yang ketiga mempresentasikan karya secara lisan melalui video. Pada bagian akhir PJJ ini, saya meminta satu tagihan tugas mandiri bagi semua siswa.

Tahapan pembelajaran

Pertama, persiapan pra tayang. Semua kegiatan selalu memerlukan persiapan. PJJ tidak bisa tayang tanpa persiapan yang matang, persiapan yang harus dilakukan guru antara lain yang pertama mendisain skenario PJJ, kedua membuat RPP dan LKPD  daring, ketiga menyiapkan bahan ajar, dan keempat menyiapkan media pembelajaran.

Kedua, live menggunakan aplikasi zoom cloud meeting. Pembelajaran diawali dengan salam, menyapa siswa dan menyampaikan motivasi agar mereka betah dan semangat untuk mengikuti PJJ serta mematuhi protokol kesehatan. Tentu tidak semua siswa dapat mengikuti pembelajaran secara live di zoom cloud meetingkarena berbagai kondisi.

Untuk mengurangi kendala dan tidak mengurangi makna belajar itu sendiri rekaman video dapat disaksikan siswa di group WA. Siswa masih dapat menonton siaran ulang pembelajaran, dimana saja dan kapan saja dan dapat dishare kemana-mana asal ada gawai, paket data dan signal telekomunikasi seluler.

Ketiga, kegiatan selanjutnya guru menghadirkan gambaran tentang kondisi manusia yang sedang berduka karena efek Covid-19 dengan cara menampilkan foto-foto suasana diberbagai daerah sebelum dan sesudah kena dampak Covid-19, seperti di sekolah, di bandara, di stasiun dan di perkantoran. Kondisi tersebut harus dilalui oleh semua manusia dengan semangat juang tinggi, tetap optimis agar kehidupan kembali normal.

Keempat, masuk pada kegiatan inti PJJ, guru menampilkan getaran dan gelombang yang di hasilkan oleh aplikasi Phet. Pada aplikasi ini getaran dan gelombang ditampilkan dengan menarik serta dapat diubah-ubah besarannya sesuai keinginan guru agar mudah dipahami siswa.Seluruh siswa diminta untuk menyimak model getaran dan gelombang tersebut. Guru juga menyampaikan besaran-besaran yang ada pada getaran dan gelombang.

Selanjutnya guru meminta siswa untuk membuat pertanyaan berdasarkan  model tata surya yang ditampilkan. Ada beberapa pertanyaan muncul, melalui komentar langsung di kolom diskusi, dan grup WA.

Pertanyaan yang disampaikan siswa diantaranya adalah yang pertama bagaimana cara membuat model getaran dan gelombang?, kedua apa sajakah bahan yang dibutuhkan untuk membuat model getaran dan gelombang?, dan pertanyaan yang berhubungan dengan tujuan pembelajaran.

Bagaimanakah cara membuat model Getaran?

Guru mengenalkan alat dan bahan yang digunakan untuk membuat model getaran yaitu: Kayu/bambu/pensil/pena, tali rafia/benang jahit, batu kerikil/baut/paku. Selanjutnya guru mulai menjelaskan setiap tahapan yang harus dilakukan agar menghasilkan karya yang bermakna.

Tahap pertama guru menanyakan apa saja bahan yang diperlukan untuk membuat model getaran tersebut yang mudah ditemukan di rumah masing-masing? Guru menjelaskan bahwa model getaran bisa dibuat dari bahan kayu, tali dan batu kerikil sehingg menyerupai model getaran seperti pada tampilan Phet.

Bagaimanakah cara membuat model Gelombang?

Guru mengenalkan alat dan bahan yang digunakan untuk membuat model gelombang yaitu: tali tambang, atau tali yang terbuat dari gelang karet mainan atau juga bisa menggunakan baskom dan air. Selanjutnya guru mulai memperagakan setiap tahapan yang harus dilakukan agar menghasilkan karya yang baik. Tahap pertama guru menanyakan apa saja bahan yang diperlukan untuk membuat model gelombang tersebut yang mudah ditemukan di rumah masing-masing?

Guru menjelaskan bahwa model gelombang bisa dibuat dari bahantali tambang, atau tali yang terbuat dari gelang karet mainan atau juga bisa menggunakan baskom dan air sehingga menghasilkan gelombang seperti pada tampilan aplikasi Phet.

Kegiatan selanjutnya penjelasan tugas pembelajaran mandiri yang harus dilalukan siswa. LKPD dibagikan melalui WA dan google class room. Ada dua target karya siswa yaitu membuat model getaran dan model gelombang lengkap dengan laporan proses dan pengalaman dalam membuatnya.

Laporan ditulis dalam bentuk naratif. Selanjutnya siswa diminta membuat video proses pembuatan getaran dan gelombang dari model yang telah mereka buat. Bagian akhir dari tugas adalah siswa diminta mengirimkan video yang telah dibuat ke grup WA kelas atau google class room.

Kunci PJJ ini berhasil adalahbagaimana target belajar yang  diberikan kepada siswa mudah untuk dilakukan sehingga membuat siswa senang dan semangat belajar di rumah.

Belajar di rumah atau PJJ membutuhkan kerjasama yang baik dari siswa, orang tua dan guru karena belajar dari rumah tidak dapat dilakukan tanpa kerjasama ini. Semoga pandemi ini segera berlalu sehingga pembelajaran tatap muka di sekolah dapat dilakukan kambali.

*Artikel praktik baik ini telah terbit di harian Jambi Ekspres.

FOKUS PROGRAM