Belajar Daring Kala Pandemi Covid-19, Guru SDN 009 Balikpapan Barat Ajarkan Siswa Jadi Penulis Fiksi

Belajar Daring Kala Pandemi Covid-19, Guru SDN 009 Balikpapan Barat Ajarkan Siswa Jadi Penulis Fiksi

Balikpapan – Salah satu kekuatan cerita adalah pada paragraf pertama. Ketertarikan pembaca dalam tulisan ditentukan di paragraf pertama pertama. Salah satu trik menulis paragraf pertama adalah Adiksimba. Pada Adiksimba, penulis menuliskan secara rinci apa, bagaimana, siapa, mengapa, dimana, kapan. Adiksimba ini membantu penulis menyampaikan berita secara lugas dan factual.

Siswa kelas V di SDN 009 Balikpapan Barat belajar menceritakan ulang cerita “ulat yang sombong” melalui zoom. Tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia via zoom meeting ini tentunya agar siswa mampu menggunakan adiksimba dalam menceritakan ulang sebuah cerita.

Awalnya, Anisa Surya, fasilitator daerah Tanoto Foundation provinsi Kalimantan Timur yang mengampu kelas V di SDN 009 Balikpapan Barat, mengajak salah satu siswa Rafa untuk membacakan ulat yang sombong. Cerita tersebut menceritakan tentang Fintu, ulat baik dan Tuvi, ulat sombong. Fintu berubah menjadi kupu-kupu yang cantik, dan Tuvi berubah menjadi kupu-kupu berwarna hitam.

Setelah membaca cerita, siswa diminta untuk membuat pertanyaan sekaligus jawaban dari cerita tersebut.
Apa yang diminta Pintu?
Dimana ulang tahun diadakan?
Kapan Tuvi dan Pintu menjadi kepompong?
Siapa temannya Pintu?
Mengapa Tuvi menyesal?
Bagaimana sikap Tuvi saat Pintu meminta makanan

Setelah itu Anisa meminta Sulaiman menceritakan ulang dipandu kata tanya yang telah dibuat. Sulaiman menceritakan cerita ulat yang sombong dengan cerita berikut. Pintu meminta Tuvi makanan. Ulang tahun diadakan di dalam hutan. Tuvi dan Pintu menjadi kepompong beberapa minggu setelah ulang tahun. Teman Pintu adalah Tuvi. Tuvi menyesal karena dia telah sombong terhadap hewan lain. Sikap Tuvi saat Pintu meminta makanan adalah Tuvi tidak mau memberikan Pintu makanannya.

Pada akhir pembelajaran, Anisa memberikan penguatan bahwa menceritakan ulang cerita yang panjang sangat mudah dipandu dengan Adiksimba. “Saya menyukai pembelajaran dengan zoom karena bisa bertemu dengan teman dan ibu guru secara langsung,” ungkap Zahra ketika refleksi.

Artikel ini juga dapat dibacaa di Tribun Kaltim – https://kaltim.tribunnews.com/2020/09/01/belajar-daring-kala-pandemi-covid-19-guru-sdn-009-balikpapan-barat-ajarkan-siswa-jadi-penulis-fiksi

FOKUS PROGRAM