Lomba Pojok Baca yang Nyaman dan Menarik

Lomba Pojok Baca yang Nyaman dan Menarik

Guru dan siswa kelas VIII-5 menunjukkan sertifikat yang mereka terima karena pojok bacanya menjadi juara.

Guru dan siswa kelas VIII-5 menunjukkan sertifikat yang mereka terima karena pojok bacanya menjadi juara.

Oleh Trisna Tiktawati – tiktawati92@gmail.com
Pengawas MTs Kemenag Batu Bara

Batu Bara, Sumatera Utara – Dulu saat masih menjadi guru, saya sering menganjurkan kepada siswa datang ke perpustakaan untuk membaca buku. Baik terkait pelajaran, mencari bahan menyelesaikan tugas, atau untuk membiasakan siswa membaca. Rupanya hal itu tidak begitu efektif, dikarenakan siswa seperti diperintah bukan atas keinginan mereka sendiri. Saya juga menyadari ketersediaan dan keberagaman buku bacaan masih sangat kurang sehingga program budaya baca masih bergerak lambat.

Terinspirasi setelah mengikuti Training of Trainer (ToT) Program PINTAR Tanoto Foundation di Kota Medan, kami mencoba menumbuhkan minat baca siswa dengan membuat pojok baca. Sebagai fasilitator daerah (Fasda) untuk Kabupaten Batubara, saya merasa terpanggil untuk berbagi ilmu yang saya peroleh. Hal ini saya mulai di madrasah dampingan saya, di MTsN Batu Bara dengan menyosialisasikan kepada para guru, kepala sekolah, dan komite sekolah untuk menciptakan pojok baca di semua kelas. Tujuannya untuk mendekatkan siswa dengan buku bacaan sehingga mendorong minat mereka untuk membaca. Rencana ini mendapatkan sambutan baik. Wali kelas langsung membuat pojok baca di kelasnya masing-masing. Semua pembiayaan yang muncul dalam pembuatan pojok baca kelas ini berasal dari madrasah, siswa, dan wali kelas.

Ada juga orang tua siswa yang terlibat menyumbang materi dan tenaga membuat pojok baca. Setelah semua ornamen dekorasi terpasang, mulailah diisi dengan buku-buku bacaan yang berasal dari sumbangan wali kelas dan siswa. Koleksi buku pojok baca terdiri dari buku fiksi dan nonfiksi. Rotasi buku juga dilakukan secara rutin dengan kelas lainnya.

Adanya pojok baca ini membuat siswa menjadi rajin membaca di kelas. Mereka juga semakin betah di kelas karena sudah ada pojok baca yang menarik. Ada juga mading kelas di pojok baca sebagai tempat pemajangan hasil karya. Siswa juga ikut menyumbangkan buku yang diletakkan di pojok baca kelas.

Setelah berjalan beberapa bulan, Kepala MTsN Batubara, Drs. Mudakir, memiliki ide untuk membuat lomba pojok baca antar kelas. Ada sertifikat dan hadiah menarik yang disediakan untuk pemenang. Wali kelas dan para siswa bekerja sama mempercantik pojok baca. Koleksi bukunya juga ditambah. Penilaian dilaksanakan pada minggu ketiga Februari 2019.

Tim penilainya melibatkan Fasda MBS dan Fasda Pembelajaran Tanoto Foundation, yaitu Fakhrur Rijal dan Nurul Ahda. Kriteria penilaian pojok baca ini adalah kenyamanan pojok baca untuk tempat membaca, menarik minat membaca siswa, dan tersedianya buku-buku bacaan yang relevan untuk siswa. Terpilih sebagai pemenang untuk setiap tingkatan kelas adalah kelas VII-4, kelas VIII-5, dan kelas IX-1. Pak Mudakir berharap, pojok baca kelas ini dapat dirawat dan dijaga terus pemanfaatannya dengan baik.

“Terima kasih kepada para Fasda Tanoto Foundation sehingga memotivasi para guru dan siswa dalam menggalakkan budaya baca,” ungkap Pak Mudakir.

FOKUS PROGRAM